Implementasi Metodologi Kualitatif untuk Menggali Motivasi Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya

Authors

  • Abdullah Isa Sekolah Tinggi Agama Islam Taruna Surabaya, Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.54180/jsped.2025.3.2.255-262

Keywords:

Motivasi Belajar, Pondok Pesantren, Studi Kualitatif

Abstract

Penelitian ini terkait Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari sistem pendidikan formal. Motivasi belajar santri madrasah ibtidaiyah dalam pesantren disebut santri TPQ di lingkungan pesantren dipengaruhi oleh faktor-faktor yang kompleks, mulai dari spiritualitas, lingkungan sosial, kiai, hingga tujuan hidup. Ponpes Nurul Khoir di Wonorejo, Surabaya, merupakan contoh pesantren yang berusaha mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan tuntutan modernitas,sehingga menarik untuk diteliti motivasi belajar santrinya.Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam motivasi intrinsik dan ekstrinsik yang mendorong santri untuk belajar di Ponpes Nurul Khoir.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 15 santrianak usia madrasah ibtidaiyah atau disebut juga santri TPQ, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik model Braun dan Clarke, yang meliputi proses transkripsi, familiarisasi, pembuatan kode, pencarian tema, peninjauan tema, dan pelaporan. Temuan penelitian mengungkap tiga tema utama motivasi belajar santri: (1) motivasi spiritual yang mendukung, ekspektasi keluarga, dan tradisi pesantren), dan (3) motivasi praktis-fungsional al-religius (ibadah, mencari ridha Allah, meneladani Kiai), (2) motivasi sosial-kultural (meningkatkan pengetahuan umum, mempersiapkan masa depan, dan pengembangan diri). interaksi ketiga motivasi ini menciptakan sebuah ekosistem motivasi yang dinamis dan saling memperkuat. Motivasi belajar santri di Ponpes Nurul Khoir bersifat multidimensi dan saling terkait. Implementasi metodologi kualitatif berhasil mengungkap nuansa dan kompleksitas motivasi tersebut yang mungkin tidak terangkum oleh pendekatan kuantitatif.

References

Azra, A. (1999).Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu.

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology.Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018).Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches(4th ed.). SAGE Publications.

Dharma, S., & Fata, A. K. (Eds.). (2020).Metodologi Penelitian Pendidikan Pesantren. Yogyakarta: LKiS.

Dhuhri, S. (2021). The World of Pesantren: The Dynamics of Traditional Islamic

Fauzi, A. (2020). Motivasi Belajar Santri dalam Perspektif Teori Self-Determination.Jurnal Pendidikan Islam, 9(1), 45-60.

Fithriani, N. (2022).Motivasi Belajar Santri dalam Menghafal Al-Qur'an: Studi Fenomenologi di Pondok Pesantren X. (Tesis Magister). Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

Abdullah Isa. (2025). Implementasi Metodologi Kualitatif untuk Menggali Motivasi Belajar Siswa Madrasah Ibtidaiyah di Pondok Pesantren Nurul Khoir Surabaya. Jurnal Studi Pendidikan Dasar, 3(2), 255–262. https://doi.org/10.54180/jsped.2025.3.2.255-262

Issue

Section

Articles