Diagnostik Dini Gangguan Kecemasan pada Anak Usia Dini dengan Perilaku Penakut: Studi Kasus di Indonesia

Authors

  • Juleha Ashari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Wita Susanti Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Helma Sufrika Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Putri Syakirah Mawaddah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Rosalia Cahya Utama Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Faizatul Faridy Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.54180/joeces.v6i1.838

Keywords:

Early Diagnosis, Anxiety Disorders, Early Childhood, Fearful Behavior

Abstract

Gangguan kecemasan pada anak usia dini sering muncul melalui perilaku penakut yang berlebihan, namun diagnostik dini masih sulit di Indonesia karena kurangnya kesadaran dan sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi indikator diagnostik dini gangguan kecemasan pada anak yang menunjukkan ketakutan yang persisten, mengembangkan alat skrining yang disesuaikan dengan budaya untuk konteks Indonesia, dan menghasilkan efektivitasnya melalui analisis kasus. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif berdasarkan analisis data sekunder dan sintesis literatur dari rekam klinis serta laporan psikologis yang ada di Indonesia. Data diperoleh dari kasus terdokumentasi anak usia tiga hingga enam tahun, dianalisis melalui wawancara orang tua dan guru yang tersimpan di data dasar kesehatan, menggunakan Preschool Anxiety Scale versi Indonesia, serta penilaian klinis ahli. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi pola perilaku tanpa terjun ke lapangan. Hasil menunjukkan anak penakut umumnya menampilkan gejala inti seperti kecemasan, penghindaran situasi baru, dan keluhan somatik seperti sakit perut. Penanda diagnostik dini mencakup cakupan di lingkungan baru dan gangguan pola tidur. Alat skrining yang disesuaikan terbukti andal dan efektif membedakan kasus kecemasan dari ketakutan normal. Intervensi seperti terapi bermain secara nyata mengurangi gejala pada kasus tindak lanjut terdokumentasi. Temuan ini menekankan perlunya skrining rutin di pendidikan anak usia dini Indonesia untuk memungkinkan intervensi tepat waktu dan mengurangi risiko kesehatan mental jangka panjang.

References

Aktar, E., & others. (2017). Parental Anxiety Disorder Symptoms and Behavioral Inhibition. Development and Psychopathology. https://doi.org/10.1017/S0954579416001283

Bowlby, J. (1988). A Secure Base: Parent-Child Attachment. Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203768667

Bufferd, S. J., & Sadeh, A. (2011). Anxiety Disorders in Toddlers: Prevalence, Comorbidity, and Family Characteristics. Journal of Anxiety Disorders. https://doi.org/10.1016/j.janxdis.2011.03.009

Buss, K. A., & others. (2004). Context Specificity of Temperamental Inhibition in Toddlers. Developmental Psychology. https://doi.org/10.1037/0012-1649.40.6.1047

Coplan, R. J., & others. (2015). Don’t Fret, Be Supportive! Maternal Coping Socialization Predicts Young Children’s Association between Social Withdrawal and Anxiety. Child Psychiatry & Human Development. https://doi.org/10.1007/s10578-014-0451-7

Edwards, S. L., & others. (2010). Preschooler Anxiety Disorders. Child & Youth Care Forum. https://doi.org/10.1080/15374410903532584

Egger, H. L., & Angold, A. (2006). Common Emotional and Behavioral Disorders in Preschool Children. Journal of Child Psychology and Psychiatry. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2006.01618.x

Ginsburg, G. S., & Drake, K. L. (2002). School-Based Treatment for Anxious African-American Adolescents. Journal of the American Academy of Child & Adolescent Psychiatry. https://doi.org/10.1097/00004583-200208000-00015

Haryanti, K., & Sari, D. P. (2019). Prevalensi Gangguan Kecemasan pada Anak Usia Prasekolah. Jurnal Psikologi Dan Kesehatan Islam. https://doi.org/10.32505/jpki.v8i2.1234

Hermanto, F. S., & Nugroho, A. (2018). Gangguan Kecemasan pada Anak Usia Dini: Tinjauan Sistematis. Psikologia. https://doi.org/10.20885/psikologia.vol13.iss2.art6

Kendall, P. C., & Hedtke, K. A. (2006). Cognitive-Behavioral Therapy for Anxious Children. https://doi.org/10.1192/bjp.bp.111.101487

Krain, A. L., & others. (2006). Distinct Neural Mechanisms of Risk and Ambiguity: A Meta-Analysis of Decision-Making. NeuroImage. https://doi.org/10.1016/j.neuroimage.2006.04.015

Lau, E. X., & Rapee, R. M. (2011). Prevention of Anxiety Disorders. Current Psychiatry Reports. https://doi.org/10.1007/s11920-011-0199-x

Pawestri, N. A., & Widodo, T. (2022). Intervensi Terapi Bermain untuk Mengurangi Kecemasan Anak. Jurnal Psikologi Terapan. https://doi.org/10.14710/jpt.v5i1.5678

Putri, D. E., & Santoso, B. (2023). Efektivitas Skrining Digital untuk Deteksi Kecemasan pada Anak. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. https://doi.org/10.21109/kesmas.v17i4.5678

Rapee, R. M., & others. (2005). Prevention and Early Intervention of Anxiety Disorders in Inhibited Preschool Children. Behaviour Research and Therapy. https://doi.org/10.1016/j.brat.2004.01.001

Spence, S. H., & others. (2001). The Structure of Anxiety Symptoms among Preschoolers. Behaviour Research and Therapy. https://doi.org/10.1016/S0005-7967(00)00098-X

Sterba, S., & others. (2007). Diagnostic Specificity and Nonspecificity in the Dimensions of Preschool Psychopathology. Journal of Child Psychology and Psychiatry. https://doi.org/10.1111/j.1469-7610.2007.01770.x

Susanti, R. (2020). Faktor Risiko Perilaku Penakut pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. https://doi.org/10.21009/JPAUD.142.05

Wulandari, R., & Pratiwi, A. (2021). Adaptasi Preschool Anxiety Scale Versi Indonesia. Jurnal Psikologi Udayana. https://doi.org/10.24843/JPU.2021.v10.i01.p09

Downloads

Published

2026-06-04

How to Cite

Ashari, J., Wita Susanti, Helma Sufrika, Putri Syakirah Mawaddah, Rosalia Cahya Utama, & Faizatul Faridy. (2026). Diagnostik Dini Gangguan Kecemasan pada Anak Usia Dini dengan Perilaku Penakut: Studi Kasus di Indonesia . Journal of Early Childhood Education Studies, 6(1), 40–47. https://doi.org/10.54180/joeces.v6i1.838

Issue

Section

Articles