Sinergi Nilai Islam dan Ekonomi Lokal dalam Pengembangan Wisata Religi di Bedugul, Bali
DOI:
https://doi.org/10.54180/jiesp.2025.4.2.216-225Keywords:
ekonomi syariah, nilai Islam, wisata religi, Bedugul, pemberdayaan ekonomiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam berperan dalam memperkuat ekonomi lokal melalui kegiatan wisata religi di kawasan Bedugul, Tabanan, Bali. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap masyarakat lokal serta pelaku ekonomi sekitar kawasan wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi antara nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tolong-menolong (ta‘awun), dan keseimbangan (tawazun) dengan aktivitas ekonomi masyarakat melahirkan pola ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. Aktivitas perdagangan, ziarah, dan kegiatan keagamaan di kawasan wisata religi tidak hanya berfungsi sebagai sumber penghidupan, tetapi juga sebagai media dakwah dan penguatan identitas keislaman di lingkungan multikultural. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip ekonomi syariah dalam pengembangan wisata berbasis komunitas sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan sosial (maslahah) yang selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah
References
Antonio, Muhammad Syafi’i. Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktik. Gema Insani, 2001.
Aziz, Ahmad Amir, and Nurul Hidayat. “Konversi Agama Dan Interaksi Komunitas Muallaf Di Denpasar.” Dalam Jurnal Penelitian Keislaman 7, no. 1 (2010): 175–200.
Bamiro, Nurudeen Babatunde, Azeez Oluwatosin Oshoba, Isiaq Oluwatosin Yahya, and Qian Li. “Transforming Halal Coastal Tourism for Financial Inclusion and Economic Growth: Threat, Challenges and Opportunities.” Green and Blue Economy Frameworks for Halal Industry Sustainability, 2025, 327–45.
Chapra, M Umer. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Vol. 21. Kube Publishing Ltd, 2016.
Cresswell, John W. “Penelitian Kualitatif Dan Desain Riset: Memilih Diantara Lima Pendekatan.” Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015.
dan Huberman, Miles. “Analisis Data Kualitatif.” Jakarta: UI Pres, TT, 1992.
Dewi, Novi Yanti Sandra, Ahmad Ahmad Hulaimi, and Muhammad Zaki Abdillah. “Integrasi Wisata Halal Dan Industri Kerajinan Mutiara Dalam Perspektif Islam.” Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam 10, no. 3 (2024): 2842–46.
Faruq, Zainudin. “Problem Dan Upaya Pemberdayaan Mudarabah Untuk Meningkatkan Pengembangan Sektor Usaha Mikro Di Wilayah Eks Karesidenan Kediri.” Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam 5, no. 02 (2021): 323–44.
Fuaidi, Isyrokh. “Nilai Ekonomi Syariah Sebagai Dasar Strategi Pemberdayaan Masyarakat.” JIOSE: Journal of Indonesian Sharia Economics 3, no. 1 (2024): 95–108.
Hidayat, Roch Aris. Jejak Islam Dalam Manuskrip Di Bali. Diva Press, 2020.
Karim, Adiwarman A. “Incentive-Compatible Constraints for Islamic Banking: Some Lessons from Bank Muamalat.” Islamic Banking and Finance: New Perspectives on Profit-Sharing and Risk, 2002, 95–108.
Karim, Adiwarman Azwar, Iyoh Masruroh, and Tim IIIT Indonesia. “Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam,” 2002.
Murtadho, Muhamad. “WISATA RELIGI DI BALI:: GELIAT USAHA PENGEMBANGAN PARIWISATA ISLAM.” Dialog 38, no. 1 (2015): 13–28.
Nasution, Mustafa Edwin. “Pengenalan Eksklusif Ekonomi Islam,” 2017.
Qardhawi, Yusuf. “Norma Dan Etika Ekonomi Islam,” 1997.
Rahman, Afzalur. Economic Doctrines of Islam: Volume 4. Seerah Foundation, 1976.
Statistik, Badan Pusat. “Kabupaten Tabanan Dalam Angka 2022.” Badan Pusat Statistik Republik Indonesia: Tabanan, 2023.
Sugiyono. Metode Penelitian Studi Kasus (Pendekatan: Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi). Edited by Rina Fadliah. 1st ed. Bandung: ALFABETA, 2023.
Wajdi Dusuki, Asyraf. “Understanding the Objectives of Islamic Banking: A Survey of Stakeholders’ Perspectives.” International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management 1, no. 2 (2008): 132–48.

.png)

